Website Pantau Wisata lahir dari semangat kolaborasi untuk menghasilkan karya berdampak yang dapat dimanfaatkan secara luas serta inklusif. Berawal dari keikutsertaan pada program pendanaan penelitian di Politeknik Negeri Sambas tahun 2024, tiga orang dosen dengan latar belakang multidisiplin ilmu yakni Akuntansi, Teknik Multimedia dan Kepariwisataan merancang sebuah desain penelitian dengan luaran website yang memberikan informasi destinasi wisata pada Desa Wisata yang terdapat di Kabupaten Sambas Provinsi Kalimantan Barat. Selain dosen, tim yang terbentuk juga beranggotakan mahasiswa dan tenaga profesional.
Informasi yang disajikan pada website mencakup informasi umum profil desa wisata, informasi non keuangan serta kalkulator kelayakan investasi dengan rasio keuangan bagi pengguna untuk pengambilan keputusan keuangan. Website Pantau Wisata telah memiliki surat pencatatan ciptaan nomor 000797102.
Hingga tahun 2025 melalui skema pendanaan Penelitian Fundamental Reguler (PFR) Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi (Kemdiktisaintek), telah diupayakan untuk dilakukan pengembangan website diantaranya dengan menambah profil desa wisata, menyediakan analisis keberlanjutan destinasi wisata berdasarkan kriteria Global Sustainability Tourism Council (GSTC) serta memperluas rasio keuangan untuk menilai kelayakan keuangan desa wisata.